Lencana Facebook

Lencana Facebook

Lencana Facebook

AD (728x90)

Selasa, 16 Juli 2013

Belajar dari Een Sukaesih

Share it Please


Belajar dari Een Sukaesih

 Beberapa biulan lalu,Bumi Pengembangan insani kedatangan tamu istimewa, seorang guru yang akan memberikan kisahnya yang inspiratif. Beliau penerima Dompet Dhuafa  award dan liputan6 award, teman saya memberikan informasinya seperti itu. Saya cukup penasaran untuk mengetahui sosoknya, karena dari namanya saja saya yakin banyak yang tidak mengenalnya,begitupun dengan saya, hal itu yang membuat saya bertanya-tanya gerangan apa yang dilakukannya sehingga mendapatkan banyak pengh

Hingga, waktu yang ditetapkan tiba. Seorang teman saya mengunduh gambar nya di Whatapp saat tiba di ruangan Makmal program, Subhanalloh…gemetar hati saya melihat sosoknya yang diluar perkiraan saya, sosok guru yang sempurna, masih tegar berdiri. Namun  Beliau hanya terbaring di atas bansal layaknya orang yang sedang menjalankan perawatan di rumah sakit.

Een Sukaesih, Wanita kelahiran  Sumedang 10 Agustus 1963, memang sudah 32 tahun menderita penyakit Rheumatoid arthritis (RA). Penyakit ini merupakan penyakit autoimun kronis, progresif dan melumpuhkan,  Dan penyakitnya itu membuatnya lumpuh selama 26 tahun.  Namun walaupun dengan cobaan yang bertubi-tubi itu tak terlihat ada kelelahan di wajahnya. Beliau senantiasa menebar kemanfaatan dengan tetap mengajar, walaupun tidak dibayar. Beliau ikhlas melakukan semua itu, dan hanya kepada Allah swt diserahkan segala usahanya itu.

Satu perkataan yang membuat hati saya bergetar, Bu Een berkata; saya ingin seperti Jendral Sudirman, walaupun dalam keadaan sakit beliau tetap bersemangat memimpin pasukan untuk melawan penjajah.

Sahabat Guru Indonesia…
Sering kali kita mengeluh, pusing sedikit sekali saja membatalkan diri untuk berangkat mengajar, mengabaikan siswa yang menanti untai ilmu yang akan kita berikan. Kita sering disibukkan dengan urusan yang bersifat materil saja. Menghitung jumlah yang kita dapatkan bukan menghitung jumlah yang kita berikan untuk sekolah. Semangat kita bertumbuh, ketika awal bulan dan layu menjelang akhir bulan.

Guru adalah pemegang  amanah yang di titahkan oleh sang pencipta untuk menebarkan pengetahuan di muka bumi ini.

Menjadi guru sangatlah mulia, mulia di mata manusia dan Allah swt. Sangat merugi jika kita hanya menghitung nilai yang tidak seberapa di dunia ini, sehingga melupakan nilai yang sangat hakiki yang akan menghantarkan kita pada surga Nya.  Ketika seorang guru sedang mengajar sesungguhnya ia telah menginvestasikan sebuah amal yang sangat besar yang terus mengalir hingga akhir hayatnya.

Ingatlah hukum kekekalan energi, Jumlah energi di alam semesta menurut Hukum Kekelan Energi bersifat tetap. Ia tidak akan diciptakan lagi dan tidak akan pernah hilang. Artinya energi di alam semesta jumlahnya sama, sejak awal penciptaan hingga kemusnahannya nanti. Tuhan menciptakan alam semesta secara sempurna dan tidak mungkin melakukan tambal sulam. Semuanya telah disiapkan secara lengkap, termasuk besaran energi di dalamnya.

Berdasarkan Hukum Kekekalan Energi, nilai energi yang kembali, pasti sama dengan nilai energi yang dikeluarkan. Bila anda mengeluarkan energi sebesar 10 maka anda pasti akan mendapatkan balasan senilai 10. Ternyata energi di dunia ini ada dua kategori yaitu energi positif dan energi negatif. Bila kita melakukan aktifitas positif maka itu adalah energi positif (epos). Sebaliknya bila kita melakukan perbuatan negatif maka itu adalah energi negatif.

Balasan dari perbuatan yang kita lakukan tergantung dari jenis energi yang kita keluarkan. Apabila kita mengeluarkan epos maka akan berbuah kebaikan, kedamaian, kebahagiaan dan hal positif lainnya. Sementara bila kita mengeluarkan energi negatif maka yang akan kita panen adalah penderitaan, musibah, bencana, rasa sakit, dan hal negatif lainnya. (jamil azzaini)

Jika saat ini kita berlelah dalam mengajar, sesungguhnya kita telah menabung energy positif untuk diri kita, Tuhan pasti akan mengembalikanya sesuai dengan usaha dan keringat kita, jika tidak di dunia, tersenyumlah untuk menantinya di akhirat nanti. Salam penyulutjiwa.

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

0 komentar:

Posting Komentar

© 2013 Odi Azizi. All rights resevered. Designed by Templateism